6 Macam Penyakit dari Kotoran Burung ke Manusia
Ketika di rumah ada satu atau dua hewan peliharaan, sudah pasti teman-teman siap dengan segala konsekuensi atau resiko yang diterima, salah satunya adalah kemungkinan terkena penyakit yang berasal dari kotoran burung.
Berdasarkan laporan dari https://www.medicalnewstoday.com/, lebih dari enam puluh (60) penyakit bisa tersebar melalui kotoran burung dan ayam (unggas). Penyakit yang disebarkan bisa menyerang siapa saja, termasuk hewan lain dan juga manusia.
Meski begitu, hanya ada enam jenis penyakit yang bisa menyerang manusia.
Kandidiasis adalah sejenis infeksi jamur yang disebabkan oleh kotoran burung merpati yang tidak pernah dibersihkan, sehingga dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit seperti:
Yang lebih parahnya lagi ialah apabila penyakit Kandidiasis sampai terjangkit di tubuh wanita, karena dampak buruk yang dirasakan sangat tidak menyenangkan, antara lain: gatal-gatal, nyeri, dan keputihan.
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa memelihara burung merpati harus di dalam sangkar. Jangan dibiarkan bebas berterbangan di perkarangan rumah. Dan tidak lupa untuk selalu membersihkan kandang burung merpati.
Jika suatu waktu teman-teman merasakan sakit kepala, mengantuk, dan demam tanpa alasan serta sebab yang jelas; bisa saja disebabkan oleh kotoran burung.
Penyakit yang bernama St. Louis Encephalitis (SLE) bisa saja menjadi penyebab penyakit yang disebutkan di atas. Dampak yang lebih paranya lagi ialah terjadinya kelumpuhan, koma, hingga kematian.
Faktanya penyakit ini bisa menyerang semua orang, akan tetapi, orang yang lebih mudah terserang adalah orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas.
Penyakit St. Louis Encephalitis (SLE) disebarkan oleh nyamuk yang telah terinfeksi virus grup B dari kotoran burung merpati dan burung kutilang.
Kriptokokosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh ragi yang ditemukan di dalam pencernaan burung merpati dan burung jalak. Jika terkena penyakit Kriptokokosis, maka paru-paru orang yang terserang akan terganggu.
Selanjutnya diikuti dengan penyakit lain seperti sistem saraf pusat, otak, saluran kemi, kulit, dan tulang manusia.
Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan kotoran burung merpati dan burung jalak. Jika teman-teman memelihara kedua burung ini, pastikan tubuh dan sangkarnya selalu dibersihkan.
Histoplasmosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh spora jamur Histoplasma Capsulatum, yang menyebabkan penderitanya mengalami penyakit asma atau gangguan pernapasan.
Histoplasmosis hidup dan tumbuh di tanah, terutama yang terkontaminasi dengan kotoran kelelawar dan unggas. Histoplasmosis dianggap penyakit mematikan, sebab apabila telat ditangani, dapat menyebabkan kematian bagi para penderitanya.
Penyebaran bakteri atau virus ini menyebar melalui jamur yang bersemayam di kotoran burung yang telah mengering.
Salmonellosis merupakan infeksi bakteri yang berasal dari Salmonella. Salmonella hidup di saluran usus hewan, di antaranya adalah burung merpati, jalak, dan pipit.
Gejala dari penyakit Salmonellosis, antara lain ialah diare, demam, sakit perut, dan kram perut.
Bagi yang rumahnya berdekatan dengan peternakan sapi atau adanya burung-burung liar di sekitaran rumah, sudah semestinya untuk berhati-hati lantaran keduanya menjadi penyebab menyebarnya penyakit yang berasal dari bakteri E. coli.
Situasinya ketika burung-burung mematuk kotoran sapi yang sudah terkontaminasi dengan bakteri E. coli, maka kotoran burung tersebut bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit. Penyebarannya bisa langsung melalui udara dan air yang bersih.
Burung merpati dan burung dara yang dipelihara di luar kandang, menjadi faktor utamanya.
Berdasarkan laporan dari https://www.medicalnewstoday.com/, lebih dari enam puluh (60) penyakit bisa tersebar melalui kotoran burung dan ayam (unggas). Penyakit yang disebarkan bisa menyerang siapa saja, termasuk hewan lain dan juga manusia.
Meski begitu, hanya ada enam jenis penyakit yang bisa menyerang manusia.
Penyakit Kandidiasis
Kandidiasis adalah sejenis infeksi jamur yang disebabkan oleh kotoran burung merpati yang tidak pernah dibersihkan, sehingga dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit seperti:
- Penyakit kulit
- Mulut
- Sistem pernapasan
- Usus
- Saluran Urogenital
- Vagina
Yang lebih parahnya lagi ialah apabila penyakit Kandidiasis sampai terjangkit di tubuh wanita, karena dampak buruk yang dirasakan sangat tidak menyenangkan, antara lain: gatal-gatal, nyeri, dan keputihan.
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa memelihara burung merpati harus di dalam sangkar. Jangan dibiarkan bebas berterbangan di perkarangan rumah. Dan tidak lupa untuk selalu membersihkan kandang burung merpati.
Penyakit St. Louis Encephalitis (SLE)
Jika suatu waktu teman-teman merasakan sakit kepala, mengantuk, dan demam tanpa alasan serta sebab yang jelas; bisa saja disebabkan oleh kotoran burung.
Penyakit yang bernama St. Louis Encephalitis (SLE) bisa saja menjadi penyebab penyakit yang disebutkan di atas. Dampak yang lebih paranya lagi ialah terjadinya kelumpuhan, koma, hingga kematian.
"St. Louis encephalitis (SLE) virus is spread to people by the bite of an infected mosquito. Most people infected with SLE virus do not have symptoms. Those people who do become ill may experience fever, headache, nausea, vomiting, and tiredness." - St. Louis Encephalitis Virus.
Faktanya penyakit ini bisa menyerang semua orang, akan tetapi, orang yang lebih mudah terserang adalah orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas.
Penyakit St. Louis Encephalitis (SLE) disebarkan oleh nyamuk yang telah terinfeksi virus grup B dari kotoran burung merpati dan burung kutilang.
Penyakit Kriptokokosis
Kriptokokosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh ragi yang ditemukan di dalam pencernaan burung merpati dan burung jalak. Jika terkena penyakit Kriptokokosis, maka paru-paru orang yang terserang akan terganggu.
Selanjutnya diikuti dengan penyakit lain seperti sistem saraf pusat, otak, saluran kemi, kulit, dan tulang manusia.
Sumber penyakit infeksi Kriptokokosis juga berasal dari buah mentah yang tidak dicuci.
Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan kotoran burung merpati dan burung jalak. Jika teman-teman memelihara kedua burung ini, pastikan tubuh dan sangkarnya selalu dibersihkan.
Penyakit Histoplasmosis
Histoplasmosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh spora jamur Histoplasma Capsulatum, yang menyebabkan penderitanya mengalami penyakit asma atau gangguan pernapasan.
Histoplasmosis hidup dan tumbuh di tanah, terutama yang terkontaminasi dengan kotoran kelelawar dan unggas. Histoplasmosis dianggap penyakit mematikan, sebab apabila telat ditangani, dapat menyebabkan kematian bagi para penderitanya.
Penyebaran bakteri atau virus ini menyebar melalui jamur yang bersemayam di kotoran burung yang telah mengering.
Penyakit Salmonellosis
Salmonellosis merupakan infeksi bakteri yang berasal dari Salmonella. Salmonella hidup di saluran usus hewan, di antaranya adalah burung merpati, jalak, dan pipit.
Gejala dari penyakit Salmonellosis, antara lain ialah diare, demam, sakit perut, dan kram perut.
Penyakit Bakteri Escherichia coli (E. coli)
Bagi yang rumahnya berdekatan dengan peternakan sapi atau adanya burung-burung liar di sekitaran rumah, sudah semestinya untuk berhati-hati lantaran keduanya menjadi penyebab menyebarnya penyakit yang berasal dari bakteri E. coli.
Situasinya ketika burung-burung mematuk kotoran sapi yang sudah terkontaminasi dengan bakteri E. coli, maka kotoran burung tersebut bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit. Penyebarannya bisa langsung melalui udara dan air yang bersih.
Burung merpati dan burung dara yang dipelihara di luar kandang, menjadi faktor utamanya.

Posting Komentar untuk "6 Macam Penyakit dari Kotoran Burung ke Manusia"
Posting Komentar