Hukum Memelihara Burung Kicau dalam Islam

Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia dari hal yang terkecil sampai hal yang terbesar. Salah satunya ialah hukum memelihara hewan, spesifiknya ialah memelihara burung kicau.

Hukum Memelihara Burung Kicau dalam Islam
https://www.balisafarimarinepark.com/

Pertanyaannya cukup sederhana. Apa hukum memelihara burung kicau dalam Islam? Apakah sunnah, makruh, mubah, wajib, atau haram?

Adik daripada Anas Ibn Malik radhiyallahu 'anhu yang masih kanak-kanak bernama Abu 'Umair, memiliki burung pipit yang diberi nama Nughair.

Anas menceritakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ – قَالَ: أَحْسِبُهُ – فَطِيمًا، وَكَانَ إِذَا جَاءَ قَالَ: «يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ» نُغَرٌ كَانَ يَلْعَبُ بِهِ

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki seorang adik lelaki, namanya Abu Umair. Usianya mendekati usia baru disapih. Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang, beliau memanggil, 'Wahai Abu Umair, apa kabar burung pipitmu (Nughair)?' Nughair adalah burung yang digunakan mainan Abu Umair. (HR. Bukhari 6203, Muslim 2150, dan yang lainnya).

As-Syarwani (w. 1301 H), salah seorang ulama madzhab Syafiiyah, mengatakan:

وسئل القفال عن حبس الطيور في أقفاص لسماع أصواتها وغير ذلك فأجاب بالجواز إذا تعهدها مالكُها بما تحتاج إليه لأنها كالبهيمة تُربط

"al-Qaffal ditanya tentang hukum memelihara burung dalam sangkar, untuk didengarkan suaranya atau semacamnya. Beliau menjawab, itu dibolehkan selama pemiliknya memperhatikan kebutuhan burung itu, karena hukumnya sama dengan binatang ternak yang diikat." (Hasyiyah as-Syarwani, 9/210).

Pertanyaan mengenai hukum memelihara burung juga pernah disampaikan kepada Imam Ibnu Baz.

ليس في ذلك حرج إذا لم تُظلم وأحسن إليها في طعامها وشرابها سواء كانت ببغاء أو حماماً أو دجاجاً أو غير ذلك بشرط الإحسان إليها وعدم ظلمها ، وسواء كانت في حوض أو أقفاص أو أحواض ماء كالسمك

"Tidak masalah memelihara burung, selama tidak mendzaliminya dan disikapi dengan baik dalam memberi makanan atau minuman. Baik burung kakatua, burung dara, ayam atau binatang peliharaan lainnya, dengan syarat diperlakukan dengan baik dan tidak menzhaliminya. Baik binatang itu dipelihara di dalam kolam, sangkar atau aquarium seperti ikan misalnya. Wallahu a'lam." Fatâwa Islamiyyah (4/596).

Alasan Kenapa Memelihara Burung Hukumnya Haram


Alasan mengapa hukum memelihara burung hukumnya bisa jatuh ke haram karena dua (2) hal. Yang pertama karena pemborosan. Dan yang kedua karena banyak menghabiskan waktu hanya untuk burung sampai-sampai melalaikan perintah Allah.

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ . إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ . فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي حَتَّى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ . رُدُّوهَا عَلَيَّ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ

(Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore. Dia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan". "Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku". lalu ia potong kaki dan leher kuda itu. (QS. Shad: 30 – 33).

Karena kuda tersebut telah melalaikan Nabi Sulaiman, beliau pun menyembelihnya.

Dengan berbagai hadist yang dipublikasikan di atas, dapat ditemukan (jawaban) bahwa memelihara burung asal hukumnya boleh asalkan dirawat sebaik mungkin. Menjadi tidak boleh bila adanya pemborosan dan menghabiskan banyak waktu dengan burung peliharaan.

Wallahu'alam bishawab...

Referensi:
Ustaz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Datuk Seri Ulama Setia Negara.
Prof. KH. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D.
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA.
Ustadz Beni Sarbeni, Lc., M.Pd.
https://web.facebook.com/YufidStore/

Posting Komentar untuk "Hukum Memelihara Burung Kicau dalam Islam"