Cara Merawat dan Menyuap Makanan Anakan Murai Batu dari Lahir

Jika ingin tahu bagaimana caranya merawat sekaligus menjinakkan anakan murai batu, maka, hal pertama yang perlu diketahui adalah bagaimana caranya merawatnya dari sejak lahir (anakan). Salah satunya tentang cara memberi pakan burung.

Cara Merawat dan Menyuap Makanan Anakan Murai Batu dari Lahir
https://jatim.antaranews.com/

Menyuapi makanan ke mulut anakan burung (disebut juga: meloloh) agar burung menjadi jinak merupakan pekerjaan yang merepotkan karena harus dilakukan secara intens.

Perhitungannya dimulai dari batas usia burung pada hari ketujuh (7) dan hari ketiga puluh (30 - sebulan). Pertanyaannya, kenapa tidak diloloh di hari pertama kelahirannya?

Kenapa Dimulai dari Hari Ketujuh?


Alasan mengapa loloh dilakukan pada hari ketujuh lantaran pada rentang waktu hari ketujuh (7) dan kesepuluh (10), barulah kelopak matanya terbuka. Waktu ini tidak boleh kurang, apalagi lebih. Harus dilakukan secara tepat waktu.

Ketika anakan burung murai batu baru saja menetas, kelopak matanya belum terbuka.

Apalagi anakan murai batu yang baru lahir masih dalam keadaan kritis. Salah sedikit saja cara merawatnya maka ia akan kelaparan, cacat, lumpuh, dan bisa saja berakhir dengan kematian.

Usia 1 sampai 7 hari, anakan murai batu biasanya diasuh oleh induknya.

Perawatan Anakan Murai Batu Usia 7 Hari


Tepat pada usia 7 hari, teman-teman bisa memberikannya telur semut (kroto). Kroto ini harus baru dan segar serta bersih dari kotoran yang menempel. Pemberian kroto dilakukan dari jam 06.00 (pagi) sampai 18.00 (sore) dengan jeda waktu beri makan kurang lebih satu jam sekali.

Karena kroto sifatnya lengket yang bisa membahayakan nyawa anakan murai batu, maka, sebelum dilolohkan kalian wajib mencelupkan krotonya ke air matang agar tidak tersangkut di tenggorokan anakan murai batu.

Selain itu, jangan terlalu banyak memberikan kroto karena organ pencernaannya belum berfungsi secara sempurna.

Perawatan Anakan Murai Batu Usia 8-14 Hari


Seminggu setelah diloloh menggunakan kroto, memasuki hari ke 8, kalian bisa mencampurkannya dengan Voer dan air hangat supaya lebih halus.

Buang atau singkirkan bagian Voer yang masih kasar. Cukup berikan yang halus saja.

Meski sudah bisa dicampur dengan Voer, pemberiannya juga tidak boleh terlalu banyak. Perbandingan atau kombinasinya dengan kroto adalah 30% untuk Voer dan 70% untuk kroto. Makanan kombinasi harus dihabiskan dalam waktu 15 sampai 20 menit.

Perawatan Anakan Murai Batu Usia 15-30 Hari


Setelah anakan murai batu memasuki usia 15 hari, kombinasi atau perbandingan antara kroto dan Voer bisa diseimbangkan menjadi 50:50.

Begitu memasuki usia 22 hari, barulah bisa diberikan jangkrik. Jangkriknya pun usahakan yang kecil, cukup jangkrik anakan saja. Gunakan lidi dan sejenisnya agar anakan murai batu tidak manja.

Ketika memasuki usia 30 hari, artinya sudah mandiri. Sudah bisa dipindahkan ke sangkar pribadi agar tidak terjadi konflik (pertengkaran) dengan anakan murai batu lainnya.

Insya Allah, andailah perawatan dan pemberian makan diawali dari sejak kelahirannya, maka anakan burung murai batu bisa menjadi jinak dan lebih cepat beradaptasi dengan manusia.

Posting Komentar untuk "Cara Merawat dan Menyuap Makanan Anakan Murai Batu dari Lahir"